Ketika datang jiwa-jiwa dengan luka menganga, ku basuh luka itu dengan cinta.
Ketika datang jiwa-jiwa dengan beban berat tiada terkira, ku bantu menopangnya dengan cinta.
Ketika datang jiwa-jiwa dengan linangan air mata, ku seka dengan cinta.
Ketika datang jiwa-jiwa dengan suara lirih untuk bercerita tentang luka, ku dengarkan dengan cinta.
Ketika datang jiwa-jiwa yang dibalut tubuh ribgkih dan lara, ku berikan santapan cinta.
Ketika datang jiwa-jiwa yang mengharap, ku peluk... (Ajari Aku Mencintaimu, Iip Wijayanto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar