Ustadz, we are MOESLEM!
W marah ketika eka cerita tentang salah seorang ustadz yang lagi ngisi kajian rutin di masjid kampus w. begini ceritanya:
Eka habis solat di masjid, terus dia kaget dan marah ketika denger ustadz itu teriak2 dengan gayanya "itu tuh, JABLAY-JABLAY pinggir jalan,bla3x.." dan juga "kita ga boleh belanja di supermarket atau minimarket kaya alfamart atau indomart karena itu produk yahudi, sama saja kita kafir kalau belanja ditempat yahudi..."
Pantes ga sih, seorang penceramah berbicara seperti itu?
Pertama, bicaranya kasar dan ga memakai attitude dalam penggunaan kosakata. Kata "jablay" kan bisa pake kata pengganti "PSK" atau "tuna susila". W aja yang slenge'an gini ga pernah ngucapin kata "jablay", gimana bisa seorang PENCERAMAH ngucapin kata itu? kata kasar.
Kedua, jangan pernah menjudge seseorang sebagai "pendosa" karena yang bisa mengukur kadar dosa dan keimanan seseorang tu cuma Allah, bukan manusia! Lagian emang usatdz ga pernah bikin dosa?
Ketiga, belanja ditempat manapun adalah hak masing-masing. adalah salah kalau orang yang belanja itu dihasud masuk agama lain dan kemudian murtad. tapi klo cuma belanja dimana letak salahnya?
Keempat, jangan pernah mengkotak-kotakan manusia! karena jelas dalam al-quran sendiri terdapat kata "hablum minannas" dan "hablum minallah" yang artinya muslim juga harus berhubungan baik dengan sesama manusia selain berhubungan dengan allah.
Ustadz, saya muslim, saya bukan akhwat, tapi dalam beberapa hal saya rasa saya lebih bisa bersikap baik daripada anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar