Pages

Senin, 07 Februari 2011

M Y L I F E


Hilangkan Yang Vertikal, Horizontal Lebih Nyaman

Persahabatan, bukan hubungan vertikal yang mendiskreditkan bawahan, dan atasan memonopoli segalanya. Bukan cuma sahabat ke sahabat, tapi bos dan karyawan, orangtua dan anak, juga suami dan istri. Karena hubungan-hubungan tersebut berlandaskan kebersamaan. Logikanya, jika ada kebersamaan pasti ada pula rasa saling membutuhkan dan kasih sayang. Sayang beneran, bukan sayang-sayangan biar terkesan baik dan penyayang.
            Kenapa hubungan vertikal harus dihindari? karena hubungan macam inilah yang akhirnya mendorong satu pihak untuk berkuasa atas pihak lain, mendominasi dan otoriter.
            Sadar atau tidak, kita punya rekan yang selalu “meminta”. Teman meminta ini itu ke teman lain, orangtua meminta ini itu ke anaknya, atasan meminta ini itu ke bawahannya, suami meminta ini itu ke istrinya. Biasanya permintaan seperti itu adalah permintaan yang sifatnya mutlak. Tidak bisa diganggu gugat dan tidak berlaku untuk pihak satunya. Coba, jika anak meminta sesuatu ke orangtua, bisa saja orangtua menolak dengan alasan “ga baik buat kamu”, padahal bukan ga baik, tapi karena orangtua ga suka.
            Atau bawahan yang meminta sesuatu kepada atasan, pasti atasan akan berkata “ya, nanti akan saya pertimbangkan”, padahal jika atasan yang meminta sesuatu kepada bawahan, pasti harus segera dilaksanakan tanpa harus “dipertimbangkan”.
Atau istri meminta sesuatu ke suami, mungkin suami akan berkata ”saya kepala rumahtangganya, jadi bla3x..”, kalimat ‘saya kepala rumahtangga’ saja sudah memperlihatkan hubungan seperti apa yang dijalin suami istri tersebut.
Hubungan tersebut, disadari atau tidak, menimbulkan keretakan perlahan. Atau mungkin memang tidak AKAN retak, tapi cacat PERMANEN. Akibatnya adalah pihak yang berada dibawah akan sungkan ke pihak yang diatas. Sungkan, bukan segan. Males, bukan takut.
Buat temen-temen w yang ngebaca artikel ini (w yakin beberapa diantara kalian pasti baca), jangan lagi mempermasalahkan hal sepele. Ini bukan lagi tentang sms dari T yang bikin M sakit hati dan kita juga jadi sakit, tapi ini tentang gimana hubungan persahabatan kita semua berjalan selama ini. Ga ada dan ga ingin kita satu-mendominasi-lainnya, tapi kita ingin semua jalan tegak bersama.
Jika ada permasalahan antar teman, selesaikan layaknya teman. Begitu juga dengan orangtua dan anak, atasan dan bawahan, suami dan istri, lelaki dan perempuan, selesaikan layaknya kalian bersama selama ini. Jangan seperti polisi dan preman. Kita bukan yang baru saling kenal, kita sudah lama saling kenal, selesaikan bukan seperti orang baru kenal. Hilangkan yang vertikal, horizontal lebih nyaman.

           

1 komentar:

  1. SETUJU bangetttt, dua jempol deh hehehe.. btw salam kenal ya, aku gungsri dari bali. mw nyari tmn2 lwt blog, mampir ke blogku ya http://orionku.wordpress.com :)

    BalasHapus

Pengikut