Poligami Bukan Tentang Surga
Mengutip perkataan seorang ustadz tentang poligami “beruntunglah seharusnya wanita yang dipoligami, karena bagi wanita yang tidak dapat membahagiakan suaminya dapat terbantu dengan wanita lain..”
Subhanallah,,perempuan mana yang tega melihat suaminya bahagia karena perempuan lain? Perempuan mana yang senang ketika tahu suaminya merasa lebih bisa bahagia dengan perempuan lain? Perempuan mana yang rela suaminya berbagi ranjang dengan perempuan lain? Melihat suami berbagi senyum dengan perempuan lain saja rasanya mungkin menyakitkan.
Subhanallah,,perempuan mana yang tega melihat suaminya bahagia karena perempuan lain? Perempuan mana yang senang ketika tahu suaminya merasa lebih bisa bahagia dengan perempuan lain? Perempuan mana yang rela suaminya berbagi ranjang dengan perempuan lain? Melihat suami berbagi senyum dengan perempuan lain saja rasanya mungkin menyakitkan.
Ya, itu sebabnya mengapa Allah memberi jaminan surga bagi perempuan yang ikhlas dipoligami. Karena poligami itu tidak mudah. Ikhlas berbagi itu tidak datang dari hati yang lemah.
“Nikahilah olehmu perempuan cantik dan baik akhlaknya. Boleh satu, dua (atau lebih) jika kamu merasa mampu berbuat adil pada keduanya.” Percayalah, tidak ada satupun manusia yang mampu membagi rata. Mungkin harta dapat dibagi rata, tapi perasaan tidak. Itu sebabnya, “merasa” adil belum tentu benar-benar adil.
Salah besar jika ada yang bilang “poligami membantu perempuan masuk surga.” Jika ternyata si istri tidak rela dalam hatinya dipoligami, bagaimana? Lagipula, apakah poligami merupakan jalan utama dan jalan satu-satunya masuk surga? TIDAK. Banyak jalan lain menuju surga dengan kebahagiaan dunia dan jaminan kebahagiaan akhirat.
Buat saya, lebih baik mundur dengan hati tentram daripada membiarkan pasangan berbagi dengan lain hati. Lebih baik jatuhkan talak daripada menyimpan sakit dihati. Tolong, jangan abaikan perasaan, pengorbanan dan kesetiaan perempuan demi keegoisan dan nafsu semata. (ririn)
“Nikahilah olehmu perempuan cantik dan baik akhlaknya. Boleh satu, dua (atau lebih) jika kamu merasa mampu berbuat adil pada keduanya.” Percayalah, tidak ada satupun manusia yang mampu membagi rata. Mungkin harta dapat dibagi rata, tapi perasaan tidak. Itu sebabnya, “merasa” adil belum tentu benar-benar adil.
Salah besar jika ada yang bilang “poligami membantu perempuan masuk surga.” Jika ternyata si istri tidak rela dalam hatinya dipoligami, bagaimana? Lagipula, apakah poligami merupakan jalan utama dan jalan satu-satunya masuk surga? TIDAK. Banyak jalan lain menuju surga dengan kebahagiaan dunia dan jaminan kebahagiaan akhirat.
Buat saya, lebih baik mundur dengan hati tentram daripada membiarkan pasangan berbagi dengan lain hati. Lebih baik jatuhkan talak daripada menyimpan sakit dihati. Tolong, jangan abaikan perasaan, pengorbanan dan kesetiaan perempuan demi keegoisan dan nafsu semata. (ririn)
wah...berat sx bhsannya!!
BalasHapusterlalu cinta bgt sih ma pasangannya....
berikan cinta sepenuhnya hanya untuk sang pencipta Allah SWT..
poligami, why not??
tw poliandri az atuh..
lo ga paham apa yang w tulis. coba simak lagi.
BalasHapusngrti ko gw tulisan u...ttg perasaan seorang prempuan akn poligami.
BalasHapus