M Y L I F E
Minggu, 14 Agustus 2011
Kanda, benarkah yang kau tawarkan?
andai kau tahu, betapa besarnya lubang dihatiku,
andai kau tahu, betapa besarnya lubang dihatiku,
yang kini masih dengan susah payah aku tutup…
itu karena dirimu, karena kesalahanmu, karena kegoyahanmu.
Hati ini, yang dulu aku simpan untuk tidak lagi terluka,
Kembali dilukai dengan berlumur dosa,
Itu karena dirimu, karena kesalahanmu, karena inginmu.
Andai kau tahu, aku disini, sendiri, berbicara dengan Tuhan,
Meminta keputusan atas beban yang kau timpakan..
Andai kau tahu, aku disini, sendiri, menunduk dalam-dalam,
Memohon ampunan atas salah yang kau lakukan..
Tahukah kau semua itu?
Tahukah bahwa aku menimbun beribu beban dan tanya?
Tahukah bahwa aku sembuh dan kembali dengan sisa luka?
Tahukah bahwa aku, dulu, hingga kini, mencoba setia?
Mencoba meyakinkan hati tanpa kau minta.
Mencoba menilai diri tanpa ku ingat kesalahanmu.
Mencoba tersenyum dan tutupi perih hatiku.
Kanda, tegakah kau tinggalkan aku dipersimpangan?
Sendiri dan kebingungan?
Penuh luka dan beban?
Mencintai butuh keikhlasan,
Tapi yang kulihat darimu ternyata bukan.
Hanya hasrat untuk memiliki, tanpa sadar bahwa aku sepenuhnya milik Tuhan.
Bersabarlah, karena itu hakikat keimananmu.
Bersabarlah, karena janji tuhan tak kan kecewakanmu.
Bersabarlah, jika benar kau ingin memintaku.
Tapi kanda, jika sabarmu tak cukup,
Silahkan menepi saja.
Aku akan menanti kiriman Tuhan.
Aku siapkan hati ini untuk imam yang taat pada Nya.
Untuk imam yang senantiasa berdzikir dalam perkara,
Imam yang senantiasa bersabar dalam penantian,
Imam yang senantiasa ikhlas dengan keadaan.
Imam yang senantiasa tundukan hatinya dalam ketulusan.
Aku ingin hidup dan mati dengannya,
Dengan kiriman Tuhan yang sederhana dan penuh kelembutan.
(Serang, 120811)


0 komentar:
Poskan Komentar