M Y L I F E
Rabu, 23 November 2011
Resah Menanti Jodoh
Seorang ikhwan yang belum sampai pada targetnya untuk menikah dan berkeluh kesah. Seorang Kakak yang mencari pasangan untuk segera dikhitbah, seorang teman yang entah dengan siapa jodohnya lalu dia pasrah.
Kawan, hidup ini memang berat jika dilalui tanpa pasangan. Tapi lebih berat jika engkau resah dengan kedatangannya. Fokuslah pada apa yang sedang kau kerjakan, pada apa yang ada didepan mata, pada apa yang bisa kau lakukan sekarang. Siapa pasanganmu adalah misteri yang akan terjawab NANTI. Fokuslah pada apa yang bisa kau lakukan saat ini sebagai jalan pendewasaan dan persiapanmu menuju masa depan.
Aku pernah resah, pernah gelisah, pernah takut dengan kesehatanku nanti, dengan jodohku nanti, dengan hidupku nanti. Semua itu menyiksa. Dan kini, aku fokus dengan apa yang dapat aku lakukan sekarang untuk mempersiapkan masa depan. Bukan tentang menikah atau sekedar tentang kelulusan kuliah, tapi lebih dari itu. Sesuatu yang besar yang aku impikan sejak lama. Yang kini aku resahkan hanya satu, ibadahku pada Allah, dosa-dosaku, amalku, kesalahanku. Dan satu solusinya, bermuhasabah. Tambahkan ilmu lalu amalkan. Selebihnya apa yang belum jadi urusan kita kini adalah misteri.
Satu-satunya yang bisa aku katakan pada mereka yang galau adalah “tugasmu adalah men-shaleh-kan diri, bukan mencari.” Jika semua lelaki ingin mendapat pasangan yang setia tapi dia tidak setia, ingin mendapatkan pasangan yang shalihah tapi dia tidak shalih, ingin mendapatkan pasangan yang tulus tapi dia tidak pernah belajar arti ketulusan, lalu mana mau Allah memberinya?
Shaleh-kan diri mu wahai lelaki, agar kelak dapat perempuan yang kau mau, yang pantas, yang benar kau butuhkan. Tulang rusukmu tak akan tertukar. Allah sudah menciptakannya dari bagian dalam tubuhmu dan akan kembali untuk menyempurnakanmu. Jangan pernah tergesa dan terlalu pasrah. Lalui dengan bermuhasabah, agar kau tahu bahwa Allah memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri! (ririn)


0 komentar:
Poskan Komentar