A R T I K E L
Minggu, 15 Januari 2012
BENCANA
Aceh, 11 Januari 2012, kembali diguncang gempa 7,6 skala richter.
Banten, 15 januari 2012, kembali meluap sungai ciujung.
Banten, 15 januari 2012, kembali meluap sungai ciujung.
“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud : 117)
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra, 17 : 16)
Banjir, gempa, gunung meletus, puting beliung, longsor, kelaparan... Mungkinkah musibah terjadi tanpa campur tangan manusia? baik secara langsung maupun tidak langsung. Ada 2 sebab terjadinya musibah dalam al-quran.
Pertama, karena ulah manusia yang perusak.
Pertama, karena ulah manusia yang perusak.
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS Ar-rum:41)
Penambangan pasir, mengakibatkan dataran mulai terkeruk sehingga tidak ada lagi batasan antara darat dan sungai. Mengakibatkan air sungai langsung naik ke darat tanpa daerah resapan.
Limbah, mengakibatkan air sungai meluap. Limbah yang terlalu lama mengendap kedalam sungai dapat merusak ekosistem air, membunuh habitat didalamnya dan bahkan membunuh manusia secara perlahan dari sumber mata air.
Penebangan pohon, mengakibatkan banjir karena tidak adanya daerah resapan air. Mangakibatkan kebakaran karena pohon-pohon kering tanpa air mudah tersulut panas matahari. Mengakibatkan matinya habitat hutan. Merusak ekosistem alam dan mata rantai.
Kedua, akibat perbuatan manusia yang melampaui batas (senang melakukan dosa).
Rasulullah Saw bersabda:
“Bagaimana kalian apabila terjadi lima perkara, dan aku berlindung kepada Allah mudah-mudahan lima perkara itu tidak terjadi pada kamu atau kamu tidak menjumpainya, yaitu,
Tidaklah perbuatan zina itu tampak pada suatu kaum, dikerjakan secara terang-terangan.
Dan tidaklah kaum itu menahan zakat, melainkan mereka ditahan oleh Allah turunnya hujan dari langit, andai kata tidak ada binatang ternak tentu mereka tidak akan dihujani.
Dan tidaklah kaum itu mengurangi takaran dan timbangan, melainkan mereka disiksa oleh Allah dengan kesengsaraan bertahun-tahun dan sulitnya kebutuhan hidup dan nyelewengnya penguasa.
Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka itu menghukumi dengan selain kitab yang diturunkan oleh Allah, melainkan mereka akan dikuasai oleh musuh yang merampas sebagian kekuasaan mereka.
Dan tidaklah mereka itu menyia-nyiakan kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya, melainkan Allah menjadikan bahaya di antara mereka sendiri.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Zina, baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, telah mengundang murka Allah. Berpegangan tangan, berpelukan, berduaan dengan bukan muhrim, telah mengundang musibah tanpa disadari.
Korupsi, baik yang satu juta maupun satu miliyar, telah merugikan diri sendiri dan orang lain dengan menawarkan pada kemiskinan dan kebinasaan.
Pemimpin yang zalim, yang bersenang-senang ditengah jeritan rakyatnya, akan ditanyai pertanggung jawabannya diakhirat. Lolos dari tanggung jawab dunia, tapi tidak akan lolos dari atnggungg jawab akhirat.
Hakim dan penegak hukum yang tidak adil, tidak akan terlihat dan tersentuh hukuman pidana maupun penjara, tapi akan langsung terkena hukuman lewat bencana.
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka Jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan Itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ibrahim, 14 : 28-29)
Sudahlah, mari kita sudahi musibah ini. Mari kita koreksi diri. Ini colekan dari Allah, hanya colekan. Teguran yang amat kecil dibandingkan dengan kerusakan besar yang kita perbuat.
Lihat, betapa Allah masih sangat menyayangi kita dan membiarkan kita berusaha mengoreksi diri. Jika saja Allah Pemarah, maka sudah sejak lama bumi ini dimusnahkan. Sudah sejak lama kita menderita. Sudah sejak lama kita dibiarkan mati kelaparan dan kesakitan.
Lihat, betapa Allah masih sangat menyayangi kita dan membiarkan kita berusaha mengoreksi diri. Jika saja Allah Pemarah, maka sudah sejak lama bumi ini dimusnahkan. Sudah sejak lama kita menderita. Sudah sejak lama kita dibiarkan mati kelaparan dan kesakitan.





0 komentar:
Poskan Komentar