Susahkah berubah?
Ketika melihat banyak orang bersenang-senang,
Tertawa, merona, bercanda,
Adakah terpikir itu semua musibah. Bencana, ujian, dan akhirnya kesengsaraan?
Adakah kita dewasa hanya dengan makan dan bersenang-senang?
Adakah kita beriman jika hanya meyakini kebahagiaan?
Adakah kita leluasa jika ternyata sempit hatinya?
Kawan, tua itu pasti, tapi dewasa adalah pilihan.
Memuji diri sendiri itu biasa, tapi menguji diri sendiri tidak bisa.
“penampilan mu kuno”
“ pergaulanmu sempit”
“rok mu seperti ibu-ibu pengajian”
“kemejamu seperti mbak-mbak pelayan”
“omongan mu ketinggian”
“sikap mu fanatik berlebihan”
Menyempitkan pergaulan hanya dengan orang-orang baik itu perlu!
Memakai rok untuk menutupi lekuk tubuhmu itu perlu!
Berkemeja untuk terlihat lebih sopan itu perlu!
Omongan tinggi dengan ilmu yang bermanfaat itu perlu!
Fanatik dengan tujuan beriman dan bertaqwa untuk meraih ridho Tuhan, itu perlu!
Sungguh, kamu sedang mencela aturan…
Perubahan itu perlu, meskipun sedikit demi sedikit, asalkan pada arah yang baik.
Perubahan itu perlu, meskipun banyak dicela, tapi kencangkan niatnya.
Baik tidaknya hidup mu tidak hanya dilihat dari cara bicara,
Tidak hanya dilihat dari cara berpakaian,
Tidak hanya dilihat dari perilaku,
Tapi manfaat atau tidaknya dirimu.
(Serang, 200112)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar