Pages

Kamis, 22 November 2012

A R T I K E L



                 KISAH YAHUDI DALAM AL-QURAN DAN HADITS"

KEJAHATAN YAHUDI.

Berikut ini sejumlah kejahatan Yahudi yang direkam oleh Al-Qur’an dan Hadits.

وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

"Dan telah Kami tetapkan bagi Israil dalam al-Kitab itu : "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (Q.S. Al-Isra' 4)

Kejahatan Yahudi disebabkan sifat dengki mereka :

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ
"Sebagian besar Ahli Kitab (Yahudi) menginginkan sekali agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri setelah nyata bagi mereka kebenaran...." (Q.S. Al-Baqarah 109)

Mereka membunuh para Nabi dan Rasul. Nabi Yahya dibunuh secara kejam dengan dipenggal leher dan kepalanya lalu diletakkan di nampan emas. Nabi Zakaria juga dibunuh secara keji, tubuhnya digergaji. Kedua pembunuhan ini terjadi pada masa pemerintahan raja Herodes. Mereka juga gemar membunuh orang-orang sholeh lainnya.

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar, dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih." (Q.S. Ali Imran 21)

Nabi Isa pun tidak luput dari rencana busuk mereka, akan tetapi Allah SWT menyelamatkan dengan menggantinya dengan orang yang serupa (Q.S. An-Nisa’ 157).

Kejahatan Yahudi berikutnya terjadi pada jaman Raja Zu Nuwas, seorang Raja Yahudi Najran di Yaman. Sekelompok pengikut Nabi Isa yang setia (Nasrani) dipaksa murtad dan masuk Yahudi. Raja Zu Nuwas memerintahkan pasukannya untuk menggali parit dan menyiapkan kayu bakar untuk membakar mereka yang tidak mau murtad.


Kejadian ini dikisahkan di dalam Al-Qur'an : "Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi dinyalakan dengan kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu, melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji." (Q.S. Al-Buruj 4-8)
Kejahatan Yahudi pada masa Rasulullah SAW pun tak kurang kejinya. Yahudi Bani Qainuqa' adalah Yahudi pertama yang mengingkari janjinya dengan Rasulullah, pemicunya adalah diganggunya seorang muslimah yang datang ke pasar mereka.

Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasaan, mereka merayunya agar membuka cadar yang dipakainya namun ia menolak. Lalu si pengrajin menarik ujung baju si wanita dan mengikatkannya ke punggung wanita tadi, ketika berdiri terbukalah auratnya, lalu mereka menertawakannya.
Sang wanita berteriak minta tolong. Seorang lelaki muslim mendengar lalu menerjang si pengrajin. Melihat kejadian itu orang-orang Yahudi mengerumuni dan beramai-ramai membunuh lelaki muslim tersebut. Maka Rasulullah SAW datang bersama para sahabat mengepung mereka selama 15 malam. Atas perintah beliau mereka diberi hukuman untuk meninggalkan Madinah.

Yahudi Bani Nadhir melakukan pengkhianatan yang kedua. Suatu saat Rasulullah SAW pergi ke perkampungan Yahudi Bani Nadhir untuk meminta diyat (denda) dua orang muslim yang terbunuh dari Bani Amir, yang melakukan pembunuhan adalah Amr bin Umayyah Ad-Dhimari, seorang Yahudi.
Permintaan itu diajukan karena sudah adanya ikatan perjanjian persahabatan antara Rasulullah dengan mereka. Ketika beliau datang, mereka berkata : "Baik wahai Abu Qasim! kami akan membantumu dengan apa yang engkau inginkan."

Pada saat Rasulullah SAW duduk bersandar di dinding rumah mereka, kemudian mereka saling berbisik, merencanakan pembunuhan. Rencana ini dilakukan Amr bin Jahsy bin Ka'ab, dia naik ke atas rumah untuk menjatuhkan batu diatas kepala Rasulullah, tetapi Allah melindungi Rasul-Nya dan mengirimkan berita lewat Malaikat Jibril tentang rencana jahat itu.

Atas kejadian tersebut, Rasulullah SAW dan pasukan Islam mengepung perkampungan mereka selama 6 malam sampai mereka memohon ampun dan keluar dari Madinah dengan membawa harta seberat yang mampu dipikul unta-unta mereka kecuali persenjataan.

Yahudi Bani Quraizhah melakukan pengkhianatan yang ketiga. Mereka membentuk pasukan Koalisi (al-Ahzab), antara pasukan musyrik dan pasukan Yahudi. Suku Quraisy' dipimpin Abu Sufyan ibnu Harb, suku Gathafan di bawah pimpinan Uyainah ibnu Hushn, suku bani Murrah di bawah pimpinan Harits ibnu Auf dan suku-suku yang lain, sementara pasukan Yahudi bani Quraizhah akan menusuk dari belakang.

Allah SWT mengirim serangan berupa angin topan dan guntur yang memporak-porandakan. Kaum muslimin bergerak menuju perkampungan Yahudi Bani Quraizah, dan mengepung mereka selama 25 malam. Atas keputusan Sa’ad ibnu Mu'adz (pemimpin suku Aus), para yahudi laki-laki dieksekusi, hartanya dirampas, sementara anak-anak dan wanita menjadi tawanan.

KEHANCURAN YAHUDI.

Secara global Al-Qur'an menerangkan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya :

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
"Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai." (Q.S. Al-Isra' 7)

Sejak 1948, Yahudi merampas tanah Palestina. Blokade sejak 2006 sampai sekarang membuat sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung. Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan.
Pada 16 Juni 2002 di Tepi Barat, Israel juga membangun tembok pemisah dengan panjang tembok 721 km dan tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian penduduk Palestina. Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

"Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham." Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab : "Dari orang-orang asing yang melarangnya." Kemudian berkata lagi : "Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan." Kami bertanya : 'Dari mana larangan itu? Beliau menjawab : Dari orang-orang Romawi." (H.R. Muslim)

Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan : "Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)." (H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana. 
"Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi." (H.R. Ahmad)

"Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, "Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Dalam Hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat."(Fathul Bari (6/610)

Sumber: facebook Ketika Qalbu Bertasbih by: PurWD/voa-islam.com
Oleh Fauzan Al-Anshari (Pimpinan Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Anshorulloh Ciamis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut